Kirim Pesan

Pakai Sebentar Sudah Rusak, Gimana Sih Buat Print Head Awet?

Print head

“Print head”, pasti semua pemain digital printing tahu dengan komponen satu ini kan ya. Ya, print head ini jadi komponen utama dari sebuah mesin digital printing, yang harganya pun tak murah. Terlebih, jumlah print head yang dibutuhkan sebuah mesin pun beragam, biasanya dua sampai 8, meskipun ada juga yang 1 atau bahkan 16 head. Hal tersebut tergantung jumlah warna tinta yang bisa dihasilkan oleh printer tersebut.

Terkait istilahnya, tentu Anda familiar pula dengan istilah pico liter (pl) maupun piezo continous drop on demand (DOD), ya? Pico liter sendiri berarti sepertriliun (10 -12 ) liter, dan menunjukkan ukuran tetesan tinta dari nozzle print head. Singkatnya, pico liter lebih kecil akan menghasilkan tinta yang lebih rapat, jadi cetakannya lebih halus. Sementara itu, drop on demand sesuai namanya, berarti hanya mengeluarkan tinta dari nozzle ke media cetak jika diminta/ diperintahkan.

Nah, perawatan print head bisa dibilang susah-susah gampang, karena sebenarnya sederhana, tapi dampaknya besar. Print head dengan kualitas sama persis bisa berusia 1 tahun sampai 5 tahun, apa yang membedakannya? Tentunya cara merawatnya, karena print head cukup sensitif dan akan bekerja prima jika dirawat dengan benar.

Permasalahan yang umum ditemui dari sebuah print head yang kurang dirawat adalah clogging, apa Anda familiar? Clogging merupakan keadaan tidak sempurnanya tinta yang dikeluarkan print head, sehingga hasil cetakannya bergaris putih, menandakan ada area yang tidak tercetak. Anda sudah tahu apa penyebabnya?

1. Masalah kelistrikan

Clogging bisa terjadi karena shorting atau konslet pada print head. Inilah pentingnya merawat kelistrikan untuk menjaga print head agar tetap awet. Kepada customer, Laysander selalu menyarankan untuk memasang daya tambahan untuk mengantisipasi mati listrik. Jika mesin sedang berjalan tiba-tiba listrik padam atau naik maupun turun, akan berdampak buruk dan bisa merusak print head. Masih terkait soal kelistrikan, masalah pada voltase print head juga bisa menyebabkan clogging. Untuk mengantisipasinya, lihat hasil cetakan setelah cleaning. Jika hasilnya masih terdapat garis, bisa jadi pengaturannya kurang pas.

2. Cloggin karena negative pressure yang tidak tepat pada posisinya

Pada beberapa printer kecil, posisi head yang tidak rata akan menghasilkan cetakan yang tidak sesuai. Jadi sebelum mencetak, pastikan posisi negative pressure sudah tepat, juga agar tidak terjadi clogging.

3. Clogging karena distribusi tinta yang mengalami masalah

Biasanya hal ini terjadi karena print head tidak di rawat, misalnya saja langsung dimatikan atau ditinggal setelah dipakai. Padahal, proses pembersihan atau cleaning print head itu penting, berfungsi untuk membersihkan sisa tinta yang masih ada pada selang tinta dan dalam print head. Jadi bila mesin mati, tinta tersebut tertinggal dan kemudian menjadi kering. Karena tinta kering itulah yang bisa menjadi kerak dan dapat menimbulkan mampet dan tersumbatnya arus tinta.

4. Clogging permanen

Hal ini biasanya dikarenakan kerusakan pada print head itu sendiri, yang akhirnya mengganggu kinerja nozzle-nya. Biasanya ini terjadi karena permukaan paling luar print head sudah rusak akibat gesekan, atau hal lainnya.

Ingat, merawat print head memang perlu lebih berhati-hati, tapi manfaatnya akan lebih baik dibandingkan harus terus membeli baru. Ingat bahwa kehati-hatian ini bukan hanya berlaku bagi para pemilik usaha, namun juga bagi operator atau siapa pun yang menyentuh mesin tersebut. Jika perawatan print head sembarang saja, maka jangan heran jika umurnya tidak seawet print head lain.

Sebagai gambaran buat Anda, kami berikan contoh membersihkan print head yang bisa ditiru. Terlebih, sebentar lagi libur menjelang, dan mesin akan berhenti produksi sejenak. Yuk simak video berikut!

Konsultasi Bisnis

GRATIS
Jangan buru-buru memulai usaha
sebelum anda konsultasi dg ahlinya
(021) 5316 1450
1000 karakter kiri