Kirim Pesan

Kain dan Kaos Bisa Dicetak dengan Design Ekslusif, Bagaimana Caranya?

Hai Sahabat Laysander! Kalau kamu perhatikan teknologi mesin digital printing kain saat ini, aplikasi yang dihasilkan sudah sangat beragam lho. Mulai dari baju, hijab, celana, jersey, karpet, gorden, dan masih banyak lagi yang bisa dikreasikan. Dipasarkannya pun beragam pula, baik di toko offline maupun online, yang masing-masing brand punya ciri khasnya sendiri.

Kita ambil contoh satu produk, yaitu print kaos. Pasti kita semua cukup familiar dengan bisnis sablon kaos, ya? Dengan bahan kaos yang ada, bisa disablon dengan berbagai macam design yang sesuai dengan permintaan customer. Biasanya untuk berbagai branding, atau pun untuk acara kebersamaan yang membutuhkan kaos seragam. Sayangnya, metode sablon ini punya kekurangan, karena perlu modal yang cukup besar jika hanya mencetak dalam jumlah kecil. Selain itu, proses produksinya pun kurang efisien dalam hal bahan baku dan waktu.

Jadi, teknologi digital printing yang muncul tentunya menjadi jawaban yang tepat buat kamu yang bergelut di industri ini. Pernah dengar istilah DTG? Ya, DTG, atau Direct to Garment merupakan teknik print kaos secara digital. Kalau dulu produksi harus massal karena menggunakan sablon, kini kamu bisa produksi design yang unik hanya untuk beberapa potong, bahkan satu produk saja.

Contoh lainnya untuk cetak hijab nih. Sekarang ini ada begitu banyak design hijab yang cantik dan menarik, baik dari segi warna maupun gambarnya. Dengan menggunakan teknik sublimasi, kamu bisa mencetak design hijabmu sendiri ke transfer paper. Setelah itu, dengan bantuan mesin pemanas, gambar di transfer paper akan tercetak di kain pilihanmu. Jadi deh, tinggal kamu potong kainnya sesuai kebutuhan. Oh ya, kamu bisa menggunakan banyak pilihan kain, asal mengandung bahan polyester seperti voal, sifon, atau pun satin.

Siapa sih yang belum tau bisnis sablon kaos... iya kaos atau tshirt. pasti umumnya sudah tau tentang bisnis ini, bisnis ini sangaaaat menggiurkan dari sisi keuntungan. Dengan kemudahan digital, yang pasti kamu bisa buat design yang lebih variatif dan tentunya eksklusif, karena tidak harus diproduksi massal. Mau sampai kapan gigit jari dengan kesuksesan pengusaha lain? Nggak tertarik coba sendiri?

Lihat, dengan semua kemudahan digital, kreativitasmu bisa jadi tanpa batas. Mau sampai kapan hanya jadi penonton dan menyaksikan kesuksesan pengusaha lain? Nggak tertarik coba sendiri?

Nah, kalau kamu mau coba sendiri, nih coba perhatikan beberapa tips berikut!

1. Siapa target marketnya?

Sama seperti bisnis apa pun juga, memulai bisnis textile printing juga perlu menentukan target marketnya dulu. Karena bagaimana pun, Anda tidak akan bisa memenuhi keinginan semua orang. Target market yang bisa Anda tuju terdiri dari customer perseorangan (menjual batik, baju wanita, baju muslim, baju renang, dan lainnya) ataupun customer corporate (iklan spanduk kain, atau logo untuk perusahaan maupun sekolah). Dengan memilih target market yang spesifik, Anda bisa fokus memberikan solusi yang bisa memenuhi kebutuhan target market Anda.

2. Siapakah pesaing Anda?

Masuk ke “medan perang” tanpa mengenali lawan Anda bisa jadi sangat “mematikan” nih. Jika Anda tidak punya nilai lebih dalam menawarkan solusi, Anda tentunya bisa kalah saing, terutama jika kompetitor Anda sudah eksis lebih lama. Sebagai contoh, jika kompetitor Anda punya mesin dengan lebar 1 meter, keputusan Anda membeli mesin sama persis bisa jadi tak ada artinya. Tawarkanlah nilai lebih, misalnya saja dengan menyediakan mesin dengan lebar 1,8 meter, yang memungkinkan kain jadi tanpa sambungan. Di samping itu, pastikan juga Anda memberikan pelayanan maksimal pada pelanggan, agar bisnis textile printing Anda bisa berjalan dengan baik.

3. Bagaimana menghitung pengembalian modal?

Hal yang juga krusial sebelum memulai bisnis adalah terkait hitung-hitungan. Perhitungan yang pertama adalah terkait modal dan apa-apa saja yang dibutuhkan, dan perhitungan kedua tentunya terkait kapan bisnis akan “balik modal”. Ingat, berapa pun nominal modal yang Anda miliki, jangan tergiur untuk membeli mesin yang ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan Anda. Ingat dua poin sebelumnya, pastikan mesin tersebut bisa mengakomodir kebutuhan target market, dan bisa bersaing dengan kompetitor ya! Sebagai contoh, satu mesin heater bisa digunakan tidak hanya untuk satu mesin. Jadi bisa 2-3 mesin, dipasangkan dengan satu heater, sehingga akan “mubazir” kalau membeli satu heater per satu mesin.

4. Siapa mitra yang dapat diandalkan?

Apa pun bisnisnya, pastinya Anda tidak bisa berjalan sendiri dan memerlukan partner. Baik itu dalam tim internal, maupun orang-orang eksternal seperti mitra supplier mesin Anda. Cek kembali reputasinya, dan pastikan mitra supplier Anda paham benar kebutuhan dan solusi yang terbaik untuk bisnis print textile Anda.

Laysander menyediakan berbagai pilihan mesin textile print, heater, serta mesin DTG, yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan Anda. Kami yakin modal untuk mulai usaha textile print tidak sedikit, dan Anda pasti sudah memikirkan matang-matang sebelum memulai usaha. Karenanya, Laysander akan memastikan Anda mendapat solusi yang terbaik. Jangan ragu untuk langsung menghubungi kami untuk KONSULTASI GRATIS ya!

Konsultasi Bisnis

GRATIS
Jangan buru-buru memulai usaha
sebelum anda konsultasi dg ahlinya
(021) 5316 1450
1000 karakter kiri