Update KBLI Industri Percetakan & Implikasinya di OSS RBA
Pemerintah baru saja merombak cara mengurus izin usaha. Kini, acuannya adalah sistem OSS RBA dan KBLI 2020.
Perubahan ini mengubah total peta legalitas bisnis percetakan di Indonesia.
Namun, banyak pelaku usaha, mungkin termasuk Anda, yang masih bingung dengan klasifikasi baru ini dan bagaimana dampaknya pada risiko usaha.
Artikel ini akan mengupas tuntas semua yang perlu Anda tahu tentang update KBLI industri percetakan, implikasi risikonya di OSS RBA, dan tips praktis agar bisnis Anda tetap patuh hukum dan makin PROFITABLE.
Mengenal KBLI: Fondasi Legalitas Usaha Percetakan

Pernah dengar istilah KBLI? Anggap saja ini adalah “KTP” untuk jenis usaha Anda.
KBLI atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia adalah sistem kode yang mengelompokkan semua jenis kegiatan ekonomi di Indonesia.
Kode ini menjadi fondasi utama untuk menentukan legalitas usaha Anda.
Saat Anda mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), Anda wajib mencantumkan kode KBLI yang paling sesuai dengan aktivitas bisnis percetakan Anda.
Kenapa memilih kode yang tepat itu sangat penting?
Karena kesalahan dalam memilih kode KBLI bisa berakibat fatal, mulai dari penolakan izin usaha hingga harus mengulang seluruh proses dari awal.
Sayang sekali waktu dan biayanya!
KBLI Utama Industri Percetakan 2020 dan Uraiannya

Dengan adanya pembaruan, industri percetakan kini dibagi menjadi beberapa kategori yang lebih spesifik.
Ini dilakukan agar klasifikasi sesuai dengan perkembangan zaman, terutama dengan maraknya teknologi cetak digital.
Dasar hukum utama untuk klasifikasi ini adalah Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020.
Mari kita bedah satu per satu kode utamanya.
KBLI 18111: Industri Pencetakan Umum
Ini adalah KBLI yang paling umum digunakan oleh para pengusaha percetakan.
Kelompok ini mencakup berbagai jenis jasa pencetakan umum dengan teknik seperti offset, digital printing, dan sablon.
Produk yang dihasilkan misalnya: buku, majalah, dan tabloid, ada juga brosur, poster, dan katalog promosi.
Lalu ada surat kabar dan naskah musik. Serta kartu nama, amplop, dan formulir bisnis.
Dan barang cetakan komersial lainnya, termasuk untuk kebutuhan branding produk merchandise.
Penting untuk dicatat, hak cipta atas barang yang dicetak umumnya berlaku di kategori ini.
Tingkat risiko untuk KBLI 18111 biasanya tergolong Rendah untuk skala usaha mikro, kecil, dan menengah.
Namun, untuk skala usaha besar, risikonya menjadi Tinggi.
KBLI 18112: Industri Pencetakan Khusus
KBLI ini ditujukan untuk bisnis percetakan yang menangani produk dengan tingkat keamanan tinggi.
Lingkup usahanya sangat spesifik dan fokus pada pencetakan dokumen rahasia atau bernilai tinggi.
Contoh produknya antara lain: uang kertas dan dokumen perbankan (cek, giro).
Ada juga perangko, materai, dan dokumen perpajakan. Selain itu ada, paspor, visa, dan dokumen identitas negara lainnya.
Dan tiket transportasi yang memerlukan pengaman khusus.
Karena sifatnya yang sensitif, risiko usaha di bawah KBLI ini umumnya digolongkan sebagai Tinggi untuk semua skala usaha.
KBLI 18113: Industri 3D Printing
Ini adalah kategori baru yang mencerminkan inovasi teknologi di industri percetakan.
KBLI 18113 mencakup kegiatan pencetakan objek tiga dimensi (3D) dari berbagai material seperti plastik, polimer, logam, hingga clay.
Peluang bisnis 3D printing sangat besar dan terus berkembang, mulai dari pembuatan prototipe, komponen industri, hingga produk custom untuk konsumen.
Tingkat risiko untuk KBLI ini tergolong Menengah Rendah, menjadikannya pilihan menarik bagi pengusaha yang ingin masuk ke ceruk pasar baru.
Implikasi Risiko di OSS RBA bagi Bisnis Percetakan

Sekarang, mari kita bahas tentang OSS RBA.
Sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) adalah platform perizinan terpadu yang mengklasifikasikan izin usaha berdasarkan tingkat risikonya.
Artinya, jenis izin yang Anda butuhkan akan sangat bergantung pada KBLI yang Anda pilih dan skala usaha Anda.
Risiko Rendah: Cukup dengan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Risiko Menengah (Rendah & Tinggi): Membutuhkan NIB dan Sertifikat Standar.
Risiko Tinggi: Wajib memiliki NIB dan Izin.
Skala usaha (mikro, kecil, menengah, atau besar) juga menjadi faktor penentu tingkat risiko dan jenis perizinan yang harus dipenuhi.
Salah memilih KBLI bisa berarti izin yang Anda dapatkan tidak sesuai, atau bahkan permohonan Anda ditolak. Hal ini bisa berujung pada sanksi administratif.
Sebagai acuan resmi, Anda dapat merujuk pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 9 Tahun 2021.
Prosedur Perizinan & Kepatuhan Kewajiban Industri Percetakan

Memahami aturannya adalah satu hal, melaksanakannya adalah hal lain.
Berikut adalah langkah-langkah utama yang harus Anda lalui untuk mendapatkan izin usaha percetakan OSS.
- Daftar di Portal OSS: Langkah pertama adalah membuat akun di situs resmi OSS RBA menggunakan NIK Anda.
- Pilih KBLI yang Tepat: Ini adalah momen krusial. Pastikan Anda memilih kode KBLI 2020 yang paling akurat menggambarkan kegiatan bisnis Anda.
- Lengkapi Data Usaha: Isi semua data yang diminta dengan akurat dan jujur, mulai dari data pemohon hingga detail rencana usaha.
Setelah data terverifikasi, sistem akan secara otomatis menerbitkan NIB.
Jika usaha Anda masuk kategori risiko menengah atau tinggi, Anda harus memenuhi persyaratan tambahan untuk mendapatkan Sertifikat Standar atau Izin.
Kewajiban setelah izin terbit tidak berhenti di situ. Anda juga harus:
Pertama, lakukan pelaporan data industri secara berkala ke Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).
Kedua, memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) atau spesifikasi teknis lain yang diwajibkan.
Ketiga, menyimpan dan memelihara dokumentasi perizinan dengan baik.
Dampak Perubahan KBLI & OSS untuk Legalitas dan Operasional

Perubahan ke KBLI 2020 dan sistem OSS RBA membawa dampak signifikan bagi bisnis Anda.
Semua pelaku usaha yang sebelumnya menggunakan KBLI 2017 wajib melakukan penyesuaian.
Walaupun sistem OSS dapat mengonversi kode lama secara otomatis, penting bagi Anda untuk memverifikasinya.
Jika ada perubahan kode yang substansial, Anda mungkin perlu memperbarui akta pendirian perusahaan Anda.
Di sisi lain, penyesuaian ini membawa dampak positif. KBLI 2020 yang selaras dengan standar internasional membuka peluang kolaborasi dan ekspansi pasar global.
Namun, ada risiko yang harus diwaspadai. Ketidaksesuaian data KBLI dapat menghambat akses pendanaan dari bank atau investor.
Mereka menggunakan data OSS sebagai filter utama untuk menilai kredibilitas dan legalitas usaha.
Selain itu, masalah legalitas ini juga dapat memengaruhi panduan pajak usaha cetak Anda.
Dan menghalangi Anda untuk berpartisipasi dalam tender pemerintah atau proyek swasta besar.
Tips Memilih KBLI yang Tepat untuk Bisnis Percetakan Anda

Agar tidak salah langkah, berikut beberapa tips praktis dalam memilih kode KBLI yang tepat.
1. Identifikasi Aktivitas Utama Bisnis Anda Tanyakan pada diri sendiri: “Apa produk atau jasa utama yang saya tawarkan?”
Apakah Anda lebih fokus pada cetak brosur dan spanduk (KBLI 18111), atau Anda merambah ke teknologi 3D printing (KBLI 18113)?
Semakin spesifik, semakin baik.
2. Sesuaikan dengan Skala dan Rencana Bisnis
Pikirkan skala bisnis Anda saat ini dan rencana pengembangannya ke depan.
Memilih KBLI yang tepat sejak sekarang akan mempermudah jalan Anda saat ingin ekspansi.
Ini adalah bagian penting dalam menyusun rincian modal usaha printing.
3. Rujuk Sumber Resmi dan Konsultasi Jangan hanya mengandalkan informasi dari mulut ke mulut. Selalu cek situs resmi KBLI dari Badan Pusat Statistik (BPS) atau portal OSS.
Jika ragu, jangan segan untuk berkonsultasi dengan ahli hukum atau konsultan bisnis.
4. Hindari Ikut-ikutan KBLI yang digunakan oleh kompetitor belum tentu cocok untuk bisnis Anda. Lakukan analisis mandiri terhadap model bisnis Anda sendiri.
Setiap usaha punya keunikan dan cakupan layanan yang bisa jadi berbeda.
Kesimpulan
Memahami update KBLI 2020 dan cara kerja sistem OSS RBA adalah kunci fundamental bagi legalitas dan pertumbuhan bisnis percetakan Anda di era sekarang.
Ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan langkah strategis.
Ketepatan dalam memilih KBLI akan mendorong efisiensi operasional, membuka pintu peluang investasi, dan membangun kredibilitas bisnis Anda di mata pelanggan dan mitra.
Dengan legalitas yang kuat, jalan Anda untuk membuat bisnis makin PROFITABLE akan semakin mulus.
Tentu, setelah memahami konsep dan pentingnya legalitas ini, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mengurusnya.
Bagi yang baru pertama kali membuka dan menggunakan sistem OSS, proses mendapatkan Izin Usaha Industri (IUI) bisa terasa rumit dengan berbagai detailnya.
Agar tidak salah langkah, Anda bisa menjadikan panduan kami tentang cara mengurus IUI percetakan via OSS sebagai pegangan Anda.
Dengan begitu, prosesnya bisa berjalan lebih lancar dan terhindar dari kesalahan.
